BBM

March 28, 2012

Ya ya ya, aku tahu udah lama gak update blog ini. Ya aku tahu blog ini rencananya ditujukan untuk membahas hal2 teknikal (judulnya saja : codepeter), tapi berhubung lagi panas membahas isu kenaikan BBM maka off topik bentar gak apa2 ya. Habis ini gak akan diupdate lagi kok sampai jangka waktu yang gak akan ditentukan kemudian wkwk

Kali ini aku pengin membahas soal kalkulasi ajaib kwik kian gie yang menyebut pemerintah untung 97T dari jualan BBM.

http://www.riekediahpitaloka.com/release/201203/kenaikan-harga-bbm-sby-untung-rakyat-buntung/

Sebelum kita membahas lebih dalam, mari kita cek hitung2an matematika sederhana.

Pemerintah membeli minyak mentah sebesar 105 USD per galon, artinya sekitar 950 ribu dengan kurs 1 USD = 9000 rupiah. Kemudian dijual ke rakyat dengan harga 4500 per liter. 1 galon = 159 liter, artinya hasil penjualan sekitar 715 ribu. 715 ribu dikurangi dengan 950 ribu ya minus 200 ribu. Minus 200 ribu kok bisa dibilang untung 97 T, dapat dari mana 97 T itu? Apa gak ada yang merasa aneh?

Ok, lanjut. Ada beberapa kesalahan dalam perhitungan Kwik itu:

  1. Produksi minyak 900 ribu galon itu minyak mentah.Minyak mentah gak bisa langsung dipompa ke mobil anda. Minyak mentah harus diolah dulu menjadi BBM. Nah, proses pengolahan ini tidak bisa 100% minyak mentah menjadi BBM. Yield BBM nya jauh di bawah itu, tergantung kualitas minyak mentahnya dan kualitas kilangnya. Bisa separo minyak mentah -> BBM aja sudah bagus. Refer to : http://www.newton.dep.anl.gov/askasci/eng99/eng99288.htm
  2. Angka2 itu hanya total sales – cost of good solds. Biaya produksi spt LRT, lifting, dll itu secara akunting masuk ke cost of goods sold. Total sales – cost of goods sold itu laba KOTOR. Bukan laba bersih. Untuk menjadi laba bersih masih harus dipotong lagi dengan biaya administrasi, biaya karyawan, biaya pemeliharaan kilang, dll. Itu juga gak ada di hitung2annya kwik. Emangnya SPBU itu gak narik untung dari jualan BBM? Kemudian, dari laba bersih (kalau ada) juga pasti tidak 100% dibagikan ke pemegang saham (dalam hal ini pemerintah). Pasti ada sebagian besar yang ditahan untuk pengembangan usaha (emang gak perlu biaya eksplorasi, pembangunan kilang baru, dll). Istilah accountingnya : laba ditahan. Biasanya laba ditahan ini bisa mencapai 70-100% dari laba bersih.

Jelas? Penulis sendiri berharap BBM harusnya naik. Kenapa? Ya karena BBM itu sudah mau habis! Sekarang saja indonesia sudah menjadi net importir. Kita harus mengurangi ketergantungan energi kita terhadap BBM. Kenaikan harga BBM akan mendorong rakyat untuk menghemat pemakaian BBM, dan juga sebagai insentif untuk beralih ke energi alternatif. Gas alam, energi surya, batu bara, whatever. Yang penting kita harus mulai beralih. Negara lain bahkan sudah mulai riset dari bertahun2 lalu untuk mendapatkan energi dari alga. Kita? Masih belum mulai apa2.

Ingat hukum permintaan dan penawaran. Penawaran berkurang berarti harga naik. Kalau harga minyak dunia naik, berarti penawaran menipis, persediaan minyak bumi mulai terkuras. Jika persediaan minyak bumi mulai terkuras, itu berarti kita harus menghemat pemakaian BBM dan beralih ke energi alternatif.  Jika harga BBM terus ditahan, maka tidak ada insentif untuk melakukan penghematan. Tidak ada insentif untuk beralih ke energi alternatif. Alih2 harus menghemat, kita malah semakin boros karena permintaan akan terus meningkat sedangkan supply semakin berkurang.

Ya, penulis sadar dalam jangka pendek kenaikan BBM akan meningkatkan inflasi. Dalam jangka pendek mungkin kita harus mengencangkan ikat pinggang. Dalam jangka pendek mungkin sebagian rakyat akan lebih susah. Sayangnya, kita tidak punya alternatif lain. Kenaikan BBM harus dilakukan demi jangka panjang yang lebih baik. Demi anak cucu kita kelak. Sekarang saja harga minyak masih 105 USD. Bagaimana jika situasi geo politik terus memburuk dan harga minyak melonjak menjadi 200 USD? Kalau sekarang tidak naik, akan lebih berat untuk naik di kemudian hari. Semakin lama kita menunda kenaikan BBM, akan semakin menyakitkan ke depannya.

Coba pikir, apa yang akan terjadi 20 tahun lagi jika semua minyak di Indonesia sudah terkuras habis sedangkan energi alternatif tidak ada karena mulai sekarang tidak ada insentif untuk eksplore, untuk beralih.

Pada saat itu, apa yang akan anda pakai untuk mengisi tangki mobil anda? Sumber energi apa yang akan dipakai supaya pabrik kita bisa beroperasi, supaya buruh pabrik bisa makan? Masih berharap BBM impor akan tetap disubsidi oleh pemerintah? Oh, pada saat itu minyak sudah mulai habis di seluruh dunia, harga minyak dunia akan mencapai ribuan dollar per barel.

Advertisements