Korupsi

Waktu saya masih tinggal dan kerja di jakarta dulu, berikut ini adalah pengalaman pribadi saya sehari2 : Berangkat ke kantor, di jalan melihat sopir kopaja dan angkot menaik dan menurunkan penumpang di sembarang tempat yang berakibat macet parah. Orang menyeberang jalan di sembarang tempat walaupun di atas kepala ada jembatan penyeberangan. Sungai penuh sampah berserakan. Pengendara mobil banyak yang menyerobot lampu merah. Sampai di kantor melihat banyak rekan yang lebih sibuk browsing gak jelas daripada sibuk kerja. Istirahat makan siang yang seharusnya 1 jam molor menjadi 2.5 jam. Kemudian disodori teman program MLM gak jelas yang menjanjikan orang dapat kaya dalam sekejab. Ketika pulang, melihat banyak bapak2 dengan baju rapi yang menyerobot antrian busway (sambil cengar-cengir bangga)

Itu semua kelihatannya sudah menjadi budaya orang Indonesia. Budaya ketidak disiplinan, budaya semaunya sendiri dengan mengorbankan kepentingan umum, budaya malas, budaya berharap hidup enak tanpa perlu usaha.

Lantas, apa hubungannya dengan subjek post “Korupsi”? Banyak yang menganggap korupsi adalah penyakit akut Indonesia, salah satu sumber utama kenapa Indonesia sulit maju. Saya tidak. Saya melihat korupsi bukan sebagai penyakit bangsa, tapi korupsi adalah GEJALA dari penyakit yang sebenarnya. Penyakit apa itu? Ya itu tadi. Penyakit malas, penyakit tidak disiplin, penyakit suka mementingkan diri sendiri, penyakit berharap bisa makmur tanpa usaha, semua itu ujungnya ke korupsi

Kalau anda tidak mampu menahan diri untuk tidak naik turun angkot di sembarang tempat, kalau anda tidak mampu menahan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan, atau menyerobot antrian, atau membuang2 waktu dan uang perusahaan yang telah menggaji anda, saya tidak percaya jika anda menjadi pejabat anda tidak akan korupsi jika ada kesempatan. Gimana tidak? Jika anda tidak mampu menahan godaan untuk menghemat 1-2 menit dengan menyeberang jalan di sembarang tempat ketimbang tempat yang seharusnya, apa anda kira anda akan mampu menahan godaan untuk tidak korupsi uang rakyat jutaan atau milyaran rupah jika ada kesempatan?

Karena itu, jika anda ingin mencari orang untuk disalahkan atas salah satu permasalahan utama negara ini, anda hanya perlu melihat ke cermin. (termasuk saya juga tentunya)

Karenanya kita semua selama ini menanyakan pertanyaan yang salah. Pertanyaan yang tepat bukanlah “bagaimana cara membasmi korupsi di indonesia”, tapi “bagaimana cara meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran sosial rakyat Indonesia”. Bukan tanpa alasan negara-negara yang rakyatnya disiplin tingkat tinggi(negara2 barat, singapore, jepang) tingkat korupsinya juga rendah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: